Blog Berita, Informasi Terkait Lamina Pain & Spine Center

Endoskopi Servikal PECD pertama di Indonesia oleh dr Mahdian

Endoskopi Servikal PECD pertama di Indonesia oleh dr Mahdian

Endoskopi Servikal PECD

Dalam 2 decade terakhir, pengobatan kasus herniasi bantalan sendi tulang belakang terutama di daerah servikal (leher) terus mengalami perkembangan, diantaranya Endoskopi servikal. Diawali dengan adanya teknik bedah terbuka. Kemudian dilanjutkan dengan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih dilakukan dokter di banyak belahan dunia termasuk Indonesia. Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi. Seperti disfagia, hematoma, unilateral recurrent laryngeal nerve (RLN) palsy, kebocoran cairan serebrospinal (CSF), kebocoran esophagus, perburukan gejala radiculopathy, kegagalan pemasangan implant dan lain sebagianya.

Perkembangan Endoscopy PECD

endoskopi servikalAtas pengalaman klinis ini selanjutnya para pakar kesehatan dunia mencoba mengembangkan teknik bedah baru yang saat ini dikenal sebagai percutaneous endoscopy. Baru tahun 1990, Tajima dan kawan-kawan memperkenalkan sebuah teknik baru yang disebut Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD)/endoskopi servikal. “Teknik PECD, menganut dua pendekatan atau teknik yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Keduanya bertujuan mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang. Dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar,” jelas dr. Mahdian Nur Nasution SpBS, dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Jakarta.

Keuntungan Endoskopi Servikal PECD dibandingkan Teknik Minimally Invasive Lain

Selain keuntungan seperti sayatan yang minimal hanya 4 mm, dapat dilakukan melalui anastesi lokal saja. PECD memberikan harapan yang lebih baik dibandingkan teknik ACDF, total disc replacement (TDR) hingga posterior microdiscectomy pada pengobatan HNP servikal. “Waktu operasi pasien juga menjadi lebih singkat, pemulihan cepat, kerusakan jaringan lebih minimal,” jelas dr. Mahdian.

Meski ada sejak tahun 1990 an, teknologi ini belum bisa diaplikasikan dokter-dokter di Indonesia, dengan beberapa pertimbangan. “Masalah mahalnya alat yang harus di beli dokter atau rumah sakit, menjadi masalah yang harus menjadi perhatian bersama,” jelas dr. Mahdian.

Dimulai dengan Endoscopy PELD

Setelah sebelumnya berhasil melakukan tindakan Endoskopi PELD di lebih dari 200 pasien di Indonesia, yang dimulainya pada pertengahan tahun 2017. Dokter Mahdian menjadi satu-satunya dokter Indonesia yang melakukan tindakan Endoskopi servikal pada pasien pertama, pada tanggal 8 November 2018, di RS Meilia Cibubur, Depok.

KLIK DISINI UNTUK KONSULTASI GRASTIS DENGAN DOKTER WAWAN DAN TIM (082123977262)

Tweet Like Share Share Pin it Email

What others say about “Endoskopi Servikal PECD pertama di Indonesia oleh dr Mahdian” ? (0 Comments)

Leave a Comment


Interested for our works and services?

The standard chunk of Lorem Ipsu from "de Finibus Bonorum et Malorum" by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied. Donec id elit non mi porta gravida at eget metus.